Pantangan Makanan Ibu Hamil


loading...
loading...


Pernah dengar pantangan makanan selama menjalani selama masa kehamilan? Jika belum, ada baiknya Anda menyimak tulisan ini bersama dr. Dina Kusumawardhani disini.
Wanita hamil harus benar-benar memperhatikan setiap jenis makanan dan obat-obatan yang dikonsumsi.

Hal ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan gizinya tercukupi dengan baik dan menghindari beberapa makanan yang dapat menyebabkan masalah pada janin.

Penting untuk diingat bahwa setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu hamil dapat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan janin.

Berikut ini adalah daftar makanan yang sebaiknya dihindari saat hamil:

1. Makanan mentah atau setengah matang

Mengkonsumsi sushi, sashimi, daging mentah, sosis, daging cincang, kerang mentah, telur berisiko terkena toksoplasmosis.

Toksoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit yang dapat ditemukan pada daging, tanah, tinja kucing, dan air yang tidak bersih. Toksplasmosis saat hamil dapat menyebabkan keguguran dan kelainan pada janin (hidrosefalus, kebutaan, tuli).

Sedangkan telur mentah atau setengah matang dapat menyebabkan keracunan bakteri Salmonella Enteriditis, gejalanya berupa diare dan muntah. Mayones, mousse, tiramisu, es krim, dan beberapa jenis saus salad juga dibuat dari telur mentah.

2. Keju lunak

Keju lunak dibuat dari keju yang tidak dipasteurisasi dan dapat menyebabkan infeksi bakteri Listeria yang berbahaya bagi ibu dan janin.

Contoh keju lunak adalah:

    parmesan,

    feta,

    blue cheese,

    panela dan

    mozzarella.

Hindari jenis keju tersebut sekali pun pada kemasan tertulis “sudah dipasteurisasi".

3. Makanan laut yang mengandung merkuri

Makanan laut merupakan sumber protein dan omega-3 yang sangat baik, namun ada beberapa yang berpotensi bahaya karena mengandung merkuri.

Ikan yang berukuran besar biasanya memiliki kandungan merkuri lebih banyak.

Food and Drug Association menyarankan untuk tidak mengkonsumsi ikan hiu, makarel, ikan todak, tuna, marlin, tilefish, dan swordfish.

Namun bukan berarti ibu hamil membatasi makan ikan yang terpenting adalah memilih jenis ikan.

4. Buah dan Sayuran yang Tidak Dicuci


Cucilah semua buah dan sayur yang akan dikonsumsi untuk mengeliminasi bakteri dan parasit berbahaya (listeria dan toksoplasma).

Terutama untuk:

    Jenis kecambah (seperti tauge),
    kacang-kacangan,
    dan lobak sebaiknya dimasak hingga matang.

Kurangilah segala risiko yang ada dengan memastikan memasak matang makanan yang ada.

5. Kafein & Alkohol

Kopi, teh, soft drink, minuman berenergi dapat meningkatkan risiko keguguran dan berat badan bayi rendah.

Penelitian ini masih kontroversi, namun konsumsi kafein sebaiknya dibatasi tidak melebihi 200 mg/hari.

Alkohol

Konsumsi alkohol saat hamil dapat menyebabkan cacat kongenital, kelainan jantung, dan retardasi mental pada janin.

Tidak ada dosis alkohol yang terbukti aman dikonsumsi saat hamil. Cara terbaik adalah tidak mengkonsumsinya sama sekali.

6. Teh herbal dan green tea

Keamanan dan manfaat teh herbal masih belum jelas dan belum ada studi yang meneliti. Maka dari itu, konsumsi teh herbal atau pun suplemen herbal sebaiknya dihindari saat hamil.