SENYUM itu Ternyata Bermanfaat (Walaupun Palsu)


loading...
loading...


Kapan pun Anda merasa sedang tak bersemangat, bertengkar dengan pasangan, atau pagi-pagi harus bersiap untuk pekerjaan yang tak terlalu Anda nikmati, biasanya kita akan sulit untuk tersenyum.

Padahal, seulas senyuman akan membuat kegembiraan muncul baik dari dalam mau pun luar diri Anda. Kekuatan terbesar ada pada senyum, selama Anda mau membaginya pada lingkungan.

Seperti dilansir oleh kompas. com, Ada sebelas alasan mengapa tersenyum amat baik dilakukan, meskipun Anda merasa tak memerlukannya atau sedang dalam suasana hati yang buruk.

Memperbaiki suasana hati

Ekspresi wajah mampu bercerita lebih dari deretan kata-kata. Ini karena ekspresi memiliki kemampuan mempengaruhi suasana hati Anda. Emosi memang dihasilkan oleh otak, namun otot pada wajah yang akan menampilkan perasaannya.

Penelitian terbaru membuktikan, dengan adanya peningkatan emosi positif melalui ekspresi wajah, suasana hati seseorang mulai menyelaraskan dengan apa yang ditunjukkan.

Senyum palsu juga bisa berpengaruh

Beberapa penelitian yakin bahwa manfaat senyum hanya bisa diperoleh dari ekspresi tulus rasa bahagia.  Tetapi, menurut sebuah studi, senyum yang dipaksa juga bisa membuat Anda gembira. Anda hanya perlu tersenyum dalam waktu singkat, walaupun Anda sulit mengusahakannya. Sedikit memaksakan untuk tersenyum, tak ada salahnya bukan?

Mengurangi stres
Dalam sebuah penelitian tahun 2012, sebanyak 170 orang diminta menahan sumpit di mulutnya dalam tiga formasi. Ketika para partisipan melakukannya, banyak di antara mereka tersenyum tanpa disadari setelah melakukan tugas yang berat. Penelitian itu menunjukkan, orang yang tersenyum paling lebar mengalami pengurangan substansial dalam denyut jantung dan pemulihan stres lebih cepat daripada yang tidak terlalu banyak berekspresi.

Senyum membuat Anda lebih mudah didekati
Ini sudah jelas. Bagaimana orang bisa memulai interaksi jika Anda tampak cemberut. Wajah yang dihiasi senyuman akan terlihat bersahabat dan lebih disukai. Penelitian terhadap karyawan juga menunjukkan, mereka yang tersenyum terlihat lebih kompeten.

Tampak lebih terpercaya

Dari sisi psikologi, orang yang tersenyum terlihat lebih terpercaya daripada orang yang merengut atau tidak berekspresi. Dalam penelitian di Universitas Pittsburgh AS, peneliti menggali potensi hubungan antara tingkat daya tarik, intensitas senyum, dan tingkat kepercayaan dari model. Dari 45 model yang diteliti, terbukti makin lebar senyum seorang model, mereka makin terlihat lebih terpercaya.

Senyum melatih otak

Otak secara alami cenderung untuk berpikir negatif sebagai mekanisme pertahanan. Namun, senyum dapat membantu pikiran lebih positif. Menurut penulis "The Happines Advantage" Shawn Achor, dengan tersenyum setiap hari otak akan menciptakan kebahagiaan yang mampu mendorong pikiran positif. "Kebahagiaan adalah etos kerja. Hal itu diperlukan otak untuk berlatih," ujar Achor.

Senyum itu menular
Seringkah Anda melihat teman Anda membalas ketika Anda tersenyum? Ternyata hal itu ada penjelasannya. Menurut ahli neurosains Marco Iacoboni, manusia memiliki sesuatu yang disebut cermin neuron. Sel-sel premotor cortex dan inferior parietal cortex aktif ketika kita bertindak, serta saat menyaksikan orang lain melakukan sesuatu. Ketika tersenyum, cermin neuron menanggapinya.

Memperkuat tubuh pada tingkatan sel
Tersenyum dapat melepas ketegangan pada tingkat sel, menurut ahli biokimia Sondra Barrett. Dalam bukunya, "Secrets of Your Cells", Barrett menjelaskan bagaimana sel dapat membedakan rasa aman dan bahaya, lalu menemukan dan memperbaiki masalah serta menciptakan keseimbangan dalam tubuh.

Ia juga menekankan apa yang kita pikirkan dapat memberi efek langsung pada fungsi sel. Ketika tersenyum, Anda dapat mengurangi kekakuan sel. Relaksasi fisik ini dapat melawan risiko mutasi sel karena stres, yang bisa memicu pertumbuhan berbagai jenis kanker.

Meningkatkan produktivitas
Mulailah pekerjaan dengan tersenyum, sehingga kebahagiaan saat bekerja akan terdongkrak. Pada tahun 2010, sebuah tim peneliti ekonomi menemukan bahwa kebahagiaan memiliki efek signifikan terhadap kinerja karyawan di tempat kerjanya. Seiringan dengan energi positif yang dipancarkan, energi negatif pun akan berkurang.

Senyum dapat membuat Anda lebih kreatif

Energi positif ini dapat meningkatkan kreativitas Anda. Sebuah penelitian mengungkapkan, mereka yang bahagia memiliki pendekatan yang lebih komprehensif dalam memikirkan solusi, lebih dari rekan mereka yang berpikiran negatif terhadap suatu masalah. Para peneliti menghubungkan temuan ini dengan pelepasan dopamin yang dipicu oleh kebahagiaan.Karena neurotransmitter terlibat dalam pembelajaran, pengolahan, dan pengambilan keputusan.

Senyum itu gratis!
Ini adalah salah satu hal yang mampu mencerahkan suasana hati Anda tanpa memerlukan biaya. Jadi, manfaatkan kekuatan dalam diri Anda untuk menciptakan kebahagiaan.