AWAS Banyak Penyakit Mengintai Jangan Kalap Makan saat Lebaran yaa


loading...
loading...

Momen Lebaran selalu identik dengan banyaknya sajian makanan dan minuman manis, bersantan, dan berlemak.

Waspadalah, bila tak bisa mengontrol diri dengan baik, siap-siap dengan ancaman berbagai macam penyakit yang bisa datang kapan saja.

Phaidon L. Touran, Praktisi Natural Health Indonesia, mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang menjadi kalap pada saat menyantap makanan Lebaran.


Pertama, dehidrasi kronis selama puasa. Kebutuhan cairan seseorang baik dalam kondisi puasa atau tidak adalah 0,03 x berat badan.

Ketika puasa seharian, pusat rasa haus terblokir, dan pada saat berbuka rasa haus itu seolah hilang sehingga minum hanya 500 cc sampai malam, padahal tubuh masih kekurangan cairan.

Akibatnya, tubuh mengompensasi dengan makan banyak. Akumulasi dehidrasi ini pula yang menyebabkan kalap ketika Lebaran.

Sebenarnya, kondisi dehidrasi bisa diatasi dengan meminum elektrolit, seperti air kelapa agar tubuh tetap merasa haus dan minum sampai kebutuhan tercukupi.

Faktor kedua yang menyebabkan seseorang menjadi kalap menyantap makanan Lebaran, yakni bila selama berpuasa mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti gula, mi instan, atau roti, sehingga memicu lonjakan gula darah.

Hal ini akan merangsang stimulasi hormon serotonin atau ‘feel good’ yang membuat nyaman dan ‘fly’.

"Karena gula darah cepat naik, tubuh akan mengompensasi dengan merangsang produksi hormon insulin guna memasukkan gula ke dalam sel. Akibatnya, di bulan puasa, tubuh terasa seperti ‘yoyo’ karena gula darah naik pada malam hari, kemudian turun, dan naik lagi di saat subuh, sehingga badan lemas menjadi lemas pada paginya," kata Phaidon.

Selanjutnya, pada siang hari gula darah menjadi rendah.

Nah, pada saat Lebaran tubuh lebih mudah ‘balas dendam’ memenuhi kebutuhan akan serotonin dengan makan yang tak terkendali.

Faktor terakhir yang menyebabkan kalap ketika Lebaran, yakni banyaknya makanan berminyak dan bersantan yang membuat rasa gurih dan enak dimakan.

Apalagi kalau makanan tersebut ditambah vetsin atau penyedap, membuat kita sulit untuk berhenti makan.

Beberapa tip yang bisa mengontrol pola makan saat Lebaran, yakni berpuasa secara sehat sejak awal, dengan mengonsumsi air kelapa dan minum air putih yang cukup setiap berbuka.

Selain itu, memilih nasi merah dan umbi-umbian sebagai sumber karbohidrat, serta mengurangi menu goreng.

Selanjutnya, selalu awali kegiatan makan dengan mengonsumsi buah-buahan agar tubuh mendapat suplai materi nutrisi yang membantu kontrol gula dan metabolisme tubuh, serta membuat perut setengah kenyang.

Semoga Bermanfaat..

Sumber :ramadan.bisnis.com